Tentang & metodologi
Bagaimana Pantau Gorontalo bekerja
Pantau Gorontalo adalah platform terbuka untuk memantau hutan dan lingkungan Provinsi Gorontalo, dikelola oleh JPIK Gorontalo. Halaman ini menjelaskan dari mana data berasal, apa keterbatasannya, dan bagaimana mengajukan koreksi.
Prinsip
- Setiap angka dan klaim bersumber; sumbernya dicantumkan di peta, profil, dan jawaban asisten AI.
- Data satelit disajikan sebagai indikasi, bukan putusan bahwa telah terjadi pelanggaran.
- Informasi perusahaan disajikan apa adanya menurut sumber publik, tanpa tuduhan.
- Siapa pun, termasuk perusahaan yang ditampilkan, berhak mengajukan koreksi atau tanggapan.
Sumber data
| Data | Sumber | Catatan |
|---|---|---|
| Batas kabupaten, kecamatan, desa | Badan Informasi Geospasial (BIG), Juni 2026 | Batas indikatif, bukan batas definitif hasil penegasan. |
| Fungsi kawasan hutan | Peta Kawasan Hutan Provinsi Gorontalo, Juni 2026 | Mengikuti peta penetapan yang tersedia saat dihimpun; perubahan SK terbaru bisa belum masuk. |
| Konsesi (HGU, IUP, PBPH) | Peta & pemberitaan Mongabay Indonesia dan Betahita; dokumen izin bila tersedia | Areal berstatus “Permohonan” belum tentu izinnya terbit. Sumber peta dicantumkan di setiap areal. |
| Profil & kepemilikan perusahaan | Ditjen AHU Kemenkum, JPIK Gorontalo, investigasi media | Susunan pemegang saham bisa berubah sewaktu-waktu; tanggal sumber dicantumkan. |
| Peringatan deforestasi | Global Forest Watch — Integrated Deforestation Alerts (GLAD-L, GLAD-S2, RADD) | Indikasi dari citra satelit, piksel 10–30 m, terbit dengan jeda ±2 minggu. Belum diverifikasi lapangan. |
| Hotspot (titik panas) | NASA FIRMS — VIIRS 375 m | Titik panas belum tentu kebakaran; bisa juga pembakaran terkendali atau sumber panas lain. |
| Tutupan lahan & kehilangan tutupan pohon | Statistik: MapBiomas Indonesia. Peta: tutupan lahan Sentinel-2 10 m 2017–sekarang (Impact Observatory, Microsoft & Esri) dan kehilangan tutupan pohon Hansen/UMD (via Global Forest Watch) | Data tahunan dari sumber berbeda, jadi angkanya bisa tidak sama antara peta dan statistik. Tidak untuk dijumlahkan dengan peringatan GFW karena metodenya berbeda. |
| Area terbakar | Analisis Sentinel-2 (dNBR) oleh tim Pantau Gorontalo | Perkiraan dari citra; luas bisa berbeda dengan hasil pengukuran lapangan. |
| Konflik agraria | Dokumentasi jaringan masyarakat sipil | Lokasi sengaja digeneralisasi untuk melindungi komunitas. |
| Berita | ANTARA Gorontalo, gopos.id, hibata.id, Mongabay Indonesia, Betahita | Isi berita adalah klaim media yang bersangkutan, bukan temuan Pantau Gorontalo. |
Cara data diolah
Data hotspot dan peringatan deforestasi diambil otomatis setiap hari, lalu ditandai menurut desa, konsesi, dan fungsi kawasan hutan tempat titik itu berada. Luas tumpang tindih dihitung dari peta dalam sistem proyeksi yang sesuai untuk Gorontalo, sehingga bisa berbeda dengan luas yang tertera di dokumen izin.
Penambahan dan perubahan data konsesi serta perusahaan melalui dua tahap: diusulkan oleh editor, lalu diperiksa dan disetujui admin. Setiap perubahan tercatat beserta data sebelum dan sesudahnya.
Keterbatasan
- Citra satelit bisa terhalang awan, sehingga sebagian kejadian terlambat atau tidak terdeteksi.
- Peta konsesi dihimpun dari sumber publik dan bisa tidak lengkap atau tertinggal dari perubahan izin.
- Data kepemilikan mencerminkan kondisi pada tanggal sumber, bukan selalu kondisi hari ini.
- Batas desa bersifat indikatif; hasil “desa terdampak” sebaiknya diperiksa ulang di lapangan.
Asisten AI
Asisten AI menjawab dengan mengambil data dari basis data Pantau Gorontalo, bukan mengarang angka. Meski begitu, jawaban AI tetap bisa keliru menafsirkan data; periksa sumber yang disebutkan sebelum mengutip. Untuk menjaga biaya, jumlah pertanyaan per pengunjung dibatasi setiap menit dan setiap hari.
Koreksi dan hak jawab
Bila Anda menemukan data yang keliru, atau mewakili perusahaan maupun lembaga yang ditampilkan dan ingin memberi tanggapan, kirimkan melalui formulir koreksi. Sertakan penjelasan dan, bila ada, tautan dokumen pendukung.
- Laporan diterima tim dan diberi status “baru”.
- Tim memeriksa sumber dan bukti, paling lambat 14 hari kerja.
- Bila terbukti keliru, data diperbaiki dan perubahannya tercatat. Bila tidak, tim menjelaskan alasannya lewat email.
Identitas pelapor tidak dipublikasikan.
Ajukan koreksi dataKontak: jpikgorontalo@gmail.com
Atribusi
Peta dasar © kontributor OpenStreetMap, OpenFreeMap, OpenMapTiles. Data peringatan deforestasi © Global Forest Watch / World Resources Institute. Data titik panas: NASA FIRMS. Data tutupan lahan: MapBiomas Indonesia dan Hansen/UMD/Google/USGS/NASA. Bila mengutip, sebutkan Pantau Gorontalo beserta sumber aslinya.